Dr. Yohana Theresia Maria Astuti, MSi; " />
Detail Cantuman Kembali

XML

KARAKTERISTIK DAN TINGKAT PENGETAHUAN PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TENTANG PEMUPUKAN DAN PENERAPANYA DI KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU


KARAKTERISTIK DAN TINGKAT PENGETAHUAN PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TENTANG PEMUPUKAN DAN PENERAPANYA DI KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU

INTISARI


Penelitian tentang karakteristik dan tingkat pengetahuan petani kelapa sawit rakyat tentang pemupukan dan penerapanya di kecamatan tambusai utara kabupaten rokan hulu provinsi riau
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan Karakteristik petani dalam pengetahuan pupuk organik dan pupuk anorganik di kecamatan tambusai utara rokan hulu dilihat dari kriteria umur petani berada pada usia produktif, tingkat pendidikan mayoritas petani SMP, jumlah tanggungan keluarga mayoritas 4,19 orang, lama pengalaman usahatani mayoritas
kebanyakan sudah sangat berpengalaman lebih dari 15,20 tahun, luas lahan petani mayoritas 11,21 Ha, tingkat kekosmopolitan petani kelapa sawit di kecamatan tambusai utara rokan hulu sebesar 50,60% (tergolong sedang). Karakteristik eksternal petani dilihat dari intensitas penyuluh, ketepatan saluran penyuluh, jumlah sumber informasi, keterjangkauan harga saprodi dan ketersedian saprodi termasuk sebesar 54,00% (kategori sedang) Tingkat pengetahuan petani tentang pupuk organik sebesar 54,93% (kategori sedang) dan pupuk anorganik sebesar 65,40% (kategori sedang). Untuk penerapan pupuk dilapangan yaitu pada waktu pemupukan, ada 67 orang (67,00%) tidak melakukan pemupukan dengan pupuk organik, dan ada untuk pemupukan dengan pupuk anorganik sebanyak 75 orang (75,00%) melakukan pemupukan 3 kali dalam 1 tahun. Untuk jenis pupuk organik ada 3 jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk abu janjang, solid, jangkos, dan jenis pupuk anorganik menggunakan 9 macam jenis pupuk, untuk dosis pupuk organik abu janjang yaitu 1-5 kg/pokok, solid 100-200 kg/pokok, jangkos 100-500 kg/pokok, dan untuk dosis pupuk anorganik adalah 1-4 kg/pokok. Pada pencampuran pupuk yaitu sebanyak 42 orang yang mengoplos lebih dari 1 jenis macam pupuk untuk 1 kali pemupukan. Kendala petani selama menggunakan pupuk organik ditinjau dari tiga hal, yaitu kendala teknis, ekonomis, dan sosial. Kendala teknis, petani mengalami kesulitan pada proses pengangkutan pupuk organik. Hal ini dikarenakan pupuk organik yang diperlukan volumenya cukup besar, yaitu sampai tiga ton. Kendala ekonomis, petani mengalami kendala pada biaya penyewaan Transportasi, karena rata-rata yang mempunya transportasi sendiri dengan luasan >11 ha. dan kendala sosial yaitu keadaan jalan yang rusak, jika terjadi hujan maka berlumpur, menjadi kendala dalam pengangkutan ke kebun.


Kata Kunci: karakteristik petani, kelapa sawit rakyat, pengetahuan, pupuk
LOADING LIST...
solihinpohan4@gmail.com
karakteristik petani, kelapa sawit rakyat, pengeta
NONE
Text
INSTPER
2019
yogyakarta
LOADING LIST...